Hallo semuanya....
Kali ini saya mau nge share cerpen hasil karya saya sendiri,
saya sendiri masih belajar membuat cerpen. Dan Alhamdulillah udah bisa buat
satu, semoga bermanfaat ya. Ini juga Request-an dari temen saya katanya dia mau
aku buat cerpen yaudah setelah saya fikir kenapa enggak nyobak gitu. Oke hope
you like it ya^^
“ Mom,Dad I Hope You
Understand”
“Dalam hidupnya, Vina hanya ingin
orang tuanya mendukung kehendak yang di inginkannya. Dia juga berhak menentukan
jalan hidupnya, dia sudah lelah dengan sikap orang tuanya yang selalu mengatur
segala kehidupannya, mulai dari cita-citanya, bahkan kehidupan percintaannya.”
Ya memang dia ingin orang tuanya mengerti apa yang di
inginkannya, dia benci kehidupannya diatur, dia sudah tidak tahan lagi, dia
tidak bermaksud melawan tapi dia sudah dewasa dia sudah bisa menentukan sendiri
apa yang harus dilakukannya kedepan. Pada hari itu keluarga kecil Vina
berkumpul di ruang makan
“Vina, nanti kalau kamu pulang sekolah kamu langsung pulang
ya sayang, kamu ada les privat Biologi di rumah, kan kamu nanti harus jadi dokter,
biar bisa nerusin papa,” seru mama.
“Ma! Please, Vina kan udah bilang Vina gak mau jadi dokter,
Vina pingin jadi seniman.” Kata Vina dengan muka kesal
“Vina, apa bagusnya jadi seniman? Kamu tau banyak seniman
sekarang hidupnya di pinggir jalan, mereka susah. Dan kalau kamu jadi Dokter
hidup kamu terjamin, dan sekaligus mama sama papa pingin di keluarga ini ada
yang jadi penerus papa.” Kata mama
“Vina bisa buktiin ke mama dan papa, kalau Vina bisa sukses
dan gak akan seperti mereka ma, pa. Vina mohon ngertiin Vina kali ini aja,”
jawab Vina
“Tidak! Pokoknya mama tidak setuju, sudah sekarang kamu
cepat makan nya dan berangkat ke sekolah nanti kamu terlambat, dan mama gak mau
kita jadi berdebat gara gara ini. Pokoknya kamu ingat pulang sekolah kamu
langsung pulang.” Kata mama agak sedikit marah
Vina pun langsung membanting sendok makannya ke atas piring,
dia pun langsung meninggalkan ruang makan tanpa berbicara sepatah katapun
kepada kedua orang tuanya.
****
“ Lo kenapa vin? Mukak lo kayaknya suntuk banget.” Kata Rani
sahabat Vina
“Iya nih, gak biasa lo kayak gini, biasanya kan lo kalau
datang ke sekolah itu lo adem adem aja tapi kenapa sekarang jadi murung gini? Kenapa?
Ada masalah dirumah?,” Kata Sheila
“ Gue gak kenapa-kenapa kok, dan gue lagi gak ada masalah
juga, cuman gue agak pusing hari ini makanya muka gue kusem gini,” Jawab Vina
dengan muka yang kusam
“Lo yakin? Atau kita ke ruang UKS aja, lo istirahat aja
disana, biar kita nganterin lo,” kata Sheila
“Iya gue gakpapa, serius deh, gak usah ke UKS segala kali,
emang gue sakit parah? Palingan bentar lagi pusing gue ilang. Uda kalian gak
usah khawatir banget,” kata Vina sambil senyum demi meyakinkan kedua sahabat
nya tersebut.
“Oke deh kalau gitu, kalau lo kenapa – kenapa bilang ke kita
aja ya.”
“Oke sahabat gue yang bawellll.” Jawab Vina sambil mencubit
pipi kedua temannya tersebut.
Pada saat pelajaran, Vina sama sekali gak fokus pada
pelajaran yang hari itu, dia cuman melamun melihat keluar jendela dan masih berfikir
kenapa orang tuanya sekalipun tidak mendukungnya. Itu membuatnya sangat
frustasi, di beberapa kesempatan dia juga sempat mengeluarkan air mata karena
tidak sanggup menerima kenyataan orang tuanya seperti itu padanya.
****
Vina mempunyai pacar, ya dia adalah Rendi. Rendi adalah
orang selalu mendukung Vina apapun yang lakukan dalam hidupnya. Orang tua Vina
pun setuju Vina pacaran dengan Rendi karena Rendi termasuk cowok yang bisa
dibilang type hampir seluruh wanita.
“Sayang, kamu kenapa? Kok murung gitu muka nya? Ada masalah?,”
kata Rendi sambil memegang tangan Vina
“Ha?oh.. gapapa kok yang, cuman lagi memikirkan sesuatu aja,”
Kata Vina dengan sedikit terkejut
“Kamu yakin? Aku gak percaya, udah ngomong aja sama aku,
siapa tau aku bisa bantu. Kamu jangan takut aku bakalan dukung kamu apapun yang
terjadi,” Jawab Rendi dengan senyum
“Oke deh, aku cerita sama kamu. Gini aku tuh lagi sedih
banget, karena orang tuaku gak pernah mau dengerin apa yang aku mau, mereka
selalu menganggap yang aku pingin itu salah dan mereka benar. Aku bukannya
ingin melawan mereka, aku cuman ingin mendukung cita-cita ku, apa kah aku
salah?,” Jawab Vina sambil menangis di hadapan kekasihnya tersebut.
Dengan melihat kondisi Vina seperti itu Rendi pun langsung
memeluknya sambil menenangkannya dan berkata
“Kamu gak salah sayang, kamu benar kok, mungkin orang tua
kamu takut kamu salah mengambil jalan. Tapi aku tetap mendunkung kamu. Jika
kamu memang ingin menjadi seperti yang kamu inginkan, alangkah baiknya kamu
mencoba memberi tahu dengan jelas dan membuktikannya kepada orang tuamu,” kata
Rendi yang masih memeluk Vina
“Kamu yakin aku gak salah? Apakah itu yang harus aku
lakukan? Tapi bagaimana cara membuktkannya?,” Jawab Vina dengan tersedu-sedu
“Ikuti saja kata hatimu, jika menurut kamu yang aku katakan
itu benar kamu lakukan, aku gak akan memaksa kamu. Cara membuktikannya?
Kebetulan sebentar lagi akan di adakan lomba seni, yang akan diikuti oleh
seluruh sekolah di Jakarta, aku saranin kamu mendaftar dan mengatakan kepada
papa dan mama kamu, dan kamu harus membuktikannya,” kata Rendi sambil menatap
wajah Vina
“Apakah itu benar? Oke aku akan melakukan seperti yang kamu
bilang, terima kasih sayang,” jawab Vina sambil tersenyum gembira dan memeluk
Rendi
“Iya sama-sama, udah kamu jangan nangis lagi, jelek tau,”
kata Rendi sambil ketawak
****
Seminggu kemudian, seperti yang di katakan Rendi Vina mencoba ingin berbicara lagi kepada orang
tuanya. Dia ingin memperjelas lagi bahwa menjadi seniman itu tidak seperti yang
mereka fikirkan. Walaupun Vina sedikit takut namun Vina harus mebuktikannya.
Diruang tamu kedua orang tuanya sedang duduk dan Vina menghampirinya
“ Hai ma, pa Vina mau ngomong sesuatu sama mama dan papa,”
jawab Vina dengan sedikit grogi
“ Iya sayang, kamu mau ngomong apa?,” Jawab mama sambil
menatap Vina
“ Iya, tumben kamu pingin bicara sama papa dan mama,”
sambung papa Vina
“Begini ma, pa. Pertama Vina minta maaf dulu, Vina gak ada
maksud untuk melawan papa dan mama, Vina hanya ingin papa dan mama mengerti,”
Jawab Vina dengan sedikit takut
“ Emang ada apa sayang? Minta maaf kenapa?,” kata mama Vina
“Vina gak mau jadi dokter, Vina ingin jadi seniman. Vina tau
mama sama papa bakalan gak setuju tapi Vina mohon mama dan papa mengerti apa
yang Vina inginkan, Vina udah capek harus mengikuti kata kata mama yang
mengharuskan Vina jadi dokter. Vina benci jadi Dokter, Vina gak ada niat jadi
Dokter. Dan Vina juga akan membuktikan kalau Vina bisa jadi seniman yang hebat
dan bukan seperti yang mama dan papa katakan,” Jawab Vina sambil memberi
undangan mengikuti lomba seni
“Vina, kamu ngomong apa? Mama kan udah bilang kita gak usah
bahas ini lagi, mama sama papa itu ingin kamu jadi dokter biar masa depan kamu
gak hancur, mama sama papa sayang sama kamu nak,” jawab mama Vina agak sedikit
marah
“Mama sama Papa sayang sama Vina kan? Kalau mama sama papa
memang benar-benar sayang sama Vina seharusnya mama dan papa tau apa yang buat
Vina bahagia, apa mama dan papa yakin kalau Vina jadi dokter Vina bakalan
bahagia?Enggak ma,pa. Vina gak bahagia sama sekali. Malah Vina akan makin
terpuruk harus menjadi seperti yang tidak Vina inginkan. Bisa tidak mama dan
papa menyetujui sekali saja keinginan Vina. Ini masa depan Vina ma,pa bukan
masa depan mama dan papa. Please Vina hanya mintak mama dan papa mengerti dan
datang ke acara lomba tersebut, Vina akan membuktikan kepada mama dan papa,”
Jawab Vina sambil menangis dan pergi meninggalkan kedua orang tuanya.
“Vina, tunggu..... mama dan papa belum selesai bicara,” kata
mama Vina
Vina pun tak menghiraukan kata kata mama nya tersebut dan
berjalan ke kamar sambil menangis.
****
“Sayang, mama papa kamu bakalan datang gak?,” kata Rendi
kepada Vina
“Hem, kurang tau yang, aku harap mereka bakalan datang,”
jawab Vina sambil melihat-lihat ke seluaruh arah ruangan tersebut
“Oke sabar, mungkin mereka bentar lagi nyampek,” kata Rendi
Hari ini adalah hari dimana perlombaan seni antar sekolah
berangsung, Vina dan Rendi sudah ada disana sejak tadi, namun kedua orangtua
Vina tampaknya belum datang. Vina agak khawatir, karena apakah kedua orang
tuanya akan datang atau tidak namun Vina masih berharap orang tuanya akan
datang
Acara
pun sudah berlangsung, dan tidak disangka Vina masuk 3 besar. Vina sangat tidak
menyangka dia begitu senang namun dia masih saja terlihat karena orang tuanya
belum kunjung datang.
“Sepertinya kedua orang tuaku gak bakalan datang deh,” Kata
Vina sambil cemberut
“Sudah tenang saja, mereka pasti datang, kan masih ada waktu
untuk pengumuman pemenangnya,” kata Rendi
Dan acara Grand Final pun dimulai, ini menentukan siapa yang
akan berada di peringkat 1,2,dan3. Dan tiba-tiba saja kedua orang tua Vina
terlihat datang ke acara tersebut, Vina sangat senang dan sekaligus deg-degan
karena pengumuman pemenang akan segera di bacakan, karena ini adalah satu
satunya cara meyakinkan orang tua Vina. Dan orang tua Vina tampak sudah duduk
di kursi penonton.
“ yahh, kita sekarang akan mengumumkan pemenang yang berada
di peringkat 1,2,3. Dan kita akan mulai. Di peringkat ketiga jatuh
ketangan..... Bagas dari SMAN 70 Jakarta, beri tepuk tangannya,” kata pembawa
acara
Jantung Vina mulai berdetak mulai tak karuan, di fikirannya
jika ia tak juara 1 ya 2. Tapi dia berharap dia berada di peringkat pertama
“Dan kita lanjutkan, Peringkat kedua jatuh kepada......... Rasti
dari SMAN 123 Jakarta, beri tepuk tangannya.,”
“Dan otomatis juara pertama jatuh kepada Vina dari SMAN 12
Jakarta, beri tepuk tangan semuanya,” kata pembawa acara
Vina pun merasa lega sekalipun shock karena dia tidak
menyangka dia bakalan bisa menang dalam lomba seni ini, tanpa sadar dia
menetaskan air mata nya, dia melihat kearah orang tuanya dan berdiri dan
memberikan tepuk tangan kepadanya. Dia tidak menyangka orang tuanya akan datang
dan senang melihatnya
***
“Mama,Papa......,” Teriak Vina sambil berlari kearah orang
tuanya dan memeluk orangtuanya
“Vina, selamat sayang kamu berahsil, kamu bisa membuktikan
kepada mama dan papa bahwa kami berdua salah selama ini,” kata mama sambil
menangis dan memeluk Vina
“Iya sayang, Papa juga mau minta maaf karena terlalu memaksa
kehendak papa dan mama dan tidak pernah mendengarkan kamu, ternyata kami salah
selama ini maafin papa sayang,” kata papa
“Iya ma,pa gakpapa kok, Vina maafin, Vina cuman ingin
membuktikan bahwa Vina pengen menjadi seorang seniman, dan mama sama papa
mendukung Vina, itu aja cukup untuk Vina,” jawab Vina
“Iya sayang mama juga mintak maaf, mama gak bakalan ngatur
masa depan kamu lagi, kamu sudah dewasa biar kamu saja yang menentukannya, mama
dan papa sekarang akan mendukung kamu 100% apapun kemauan kamu,” kata mama Vina
“Terima kasih ma,pa sudah mau ngertiin Vina, Vina sayang
sama mama dan papa,” Jawab Vina sambil menangis dan memeluk kedua orang tuanya.
Akhirnya pun Vina sudah senang sekarang, orang tuanya
mendukungnya dan dia juga mempunyai kekasih yang sangat peduli padanya, dia
sangat bersyukur Tuhan memberikan kebahagiaan padanya. Setelah tamat SMA dia
pun mengambil jurusan Seni di salah satu perguruan negeri di Indonesia.
PS: Orang tua seharusnya mengerti kemauan anak, biarkanlah
anak yang menentukan apa yang di inginkannya untuk masa depannya, janganlah
memaksanya dengan kehedak orang tua, karena hal itu dapat menimbulkan kebencian
diantara sesama dan ketidak bahagiaan.
Demikian lah cerpen hasil karya saya sendiri, semoga kalian
semua suka, dan kita dapat mengambil pelajaran dari sini, ingat jangan
memplagiat karya orang ya^^ Terima kasih sudah membacanyaaaaaaaa. Byeeee
By: Key

Tidak ada komentar:
Posting Komentar